wowoooooooooooooow

wowoooooooooooooow

Minggu, 16 Oktober 2011

LAPORAN NERACA

Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama, antara lain meliputi:


(a) Kas dan bank.
(b) Surat-surat berharga yang mudah dijual dan tidak dimaksudkan untuk ditahan.
(c) Deposito jangka pendek.
(d) Wesel tagih yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
(e) Piutang usaha.

Piutang usaha dapat seluruhnya dimasukkan sebagai aktiva lancar, bila jumlah yang jangka waktu penagihannya lebih dari satu tahun atau siklus usaha normal diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

(f) Piutang lain-lain yang diharapkan akan direalisasikan dalam waktu satu tahun
(g) Persediaan.
(h) Pembayaran uang muka pembelian aktiva lancar.
(i) pembayaran pajak di muka.
(j) Biaya dibayar di muka yang akan menjadi beban dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca.

Kewajiban Jangka Pendek

Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama, antara lain meliputi:

(a) Pinjaman bank dan pinjaman lainnya.

Jika suatu pinjaman dilunasi sesuai dengan jadual yang disetujui oleh kreditor, maka pinjaman tersebut diklasifikasikan sesuai dengan jadual pelunasannya, dengan mengabaikan hak kreditor untuk meminta pembayaran sewaktu waktu.

(b) Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca, dengan pengecualian

(c) Hutang usaha dan biaya yang masih harus dibayar.

(d) Uang muka penjualan.

(e) Hutang pembelian aktiva tetap, pinjaman bank dan rupa-rupa hutang lainnya yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun.

(f) Penyisihan kewajiban pajak.

(g) Hutang dividen.

(h) Pendapatan yang ditangguhkan dan uang muka dari pelanggan.

(i) Kewajiban kontinjen (sehubungan dengan PSAK No. 8 tentang Kontinjensi dan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca).

Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun setelah tanggal neraca dapat tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika perusahaan bermaksud untuk membiayai kembali (refinance) kewajiban tersebut dengan pendanaan jangka panjang dan terdapat jaminan bahwa perusahaan akan mampu melakukannya.
Kemampuan perusahaan tersebut ditunjukkan dengan adanya:
(a) penerbitan modal saham atau kewajiban (obligation) jangka panjang baru setelah tanggal neraca; atau

(b) perjanjian pendanaan yang tidak dapat dibatalkan dan tidak akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah tanggal neraca serta kreditor atau investor yang bersangkutan mempunyai kemampuan keuangan untuk memenuhi perjanjian tersebut.

Jika bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun setelah tanggal neraca tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek sehubungan dengan paragraf 22, maka jumlah kewajiban tersebut dan persyaratan pendanaan kembali harus diungkapkan.
Penyajian Dalam Laporan Keuangan
Jumlah aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat saling menghapus (offset), kecuali dimungkinkan menurut hukum.
Jumlah aktiva lancar yang dijaminkan harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan


aktiva tetap 



Adalah aktiva – kativa yang berwujud yang sifatnya relatif permanaen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal isitlah realtif permanent menunjukkan sifat di mana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama.
Aktiva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempunyai macam – macam bentuk seperti tanah, bangunan, mesin – mesin dapat alat – alat, kendaraan, mebel dan lain – lain. Dari macam – macam aktiva tetap berwujud di atas untuk tujuan akutansi dilakukan pengelompokan sebagai berikut :
  1. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas seperti tanah untuk letak perusahaan, pertanian dan peternakan.
  2. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bias diganti dengan aktiva yang sejenis
  3. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis
Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran – pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Pengeluran modal adalah pengeluran – pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan lebih dari satu periode akutansi pengeluaran – pengeluaran.
  2. Pengeluran pendapatan adalah pengeluran – pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Oleh karena itu pengeluaran – pengeluran seperti ini dicatat dalam rekening biaya
Perinsip Penilaian Aktiva Tetap Berwujud
Adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan.
Harga Perolehan Aktiva Tetap Berwujud
Untuk menentukan besarnya harga perolehan suatu aktiva, berlaku prinsip yang menyatakan bahwa semua pengeluaran yang terjadi sejak pembelian sampai aktiva itu siap dipakai harus dikapitalisasi. Karena jenis aktiva itu macam – macam maka masing – masing jenis mempunyai masalah – masalah khusus yang akan dibicarakan berikut ini :
Tanah
Tanah yang dimiliki dan digunakan sebagai tempat berdirinya perusahaan dicatat dalam rekening tanah. Apabila tanah itu tidak digunakan dalam usaha perusahaan maka dicatat dalam rekening investasi jangka jangka panjang. Harga perolehan tanah terdiri dari berbagai elemen seperti :
  1. Harga beli
  2. Komisi pembelian
  3. Bea balik nama
  4. Biaya penelitian tanah
  5. Iuran – iuran (pajak – pajak) selama tanah belum dipakai
  6. Biaya merobohkan bangunan lama
  7. Biaya perataan tanah pembersihan dan pembagian
  8. Pajak – Pajak yang jadi beban pembelian pada waktu pembelian tanah
Bangunan
Gedung yang diperoleh dari pembelian, harga perolehannya harus dialokasikan pada tanah dan gedung. Biaya yang dikapitalisasi sebagai harga perolehan gedung adalah :
  1. Harga beli
  2. Biaya Perbaikan sebelum gedung itu dipakai
  3. Komisi pembelian
  4. Bea balik nama
  5. Pajak – Pajak yang menjadi tanggungan pembeli pada waktu pembelian
Mesin dan alat – alat
Yang merupakan harga perolehan meisn dan alat – alat adalah
  1. Harga beli
  2. Pajak – pajak yang menjadi beban pembeli
  3. Biaya angkut
  4. Asuransi selama dalam perjalanan
  5. Biaya pemasangan
  6. Biaya – biaya yang dikeluarkan selama masa percobaan mesin
Alat – Alat Kerja
Alat – alat kerja yang dimiliki bias berupa alat – alat untuk mesin atau alat – alat tangan
Pattern dan dies atau Cetakan – Cetakan
Cetakan – cetakan yang dipakai untuk peroduksi dalam beberapa periode dicatat dalam rekening aktiva tetap dan didepresiasi selam umur ekonomisnya
Perabotan dan Alat – Alat Kantor
Pembelian atau pembuatan alat – alat harus dipisahkan – pisahkan untuk fungsi – fungsi produksi, penjulaan dan administrasi, sehingga depresiasinya dapat dibebankan pada maisng – masing fungsi tersebut.
Kendaraan
Seperti halnya perabot, maka kendaraan yang dimiliki juga harus dipisahkan untuk setiap fungsi yang berbeda
Tempat Barang yang Dapat Dikembalikan
Adalah barang – barang yang dipakai sebagai tempat dari produk yang dijual
Cara – Cara Perolehan Aktiva Tetap
Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara, dimana masing – masing cara perolehan akan mempengaruhi penentuan harga perolehan berikut ini akan dibahas tetang harga perolehan :
Pembelian Tunai
Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam buku – buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan
Pembelian secara gabungan
Harga perolehan dari setiap aktiva yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar setiap aktiva yang bersangkutan
Perolehan Melalui Pertukaran
Ditukar dengan Surat – surat Berharga
Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau Obligasi perusahaan, dicatat dalam buku sebesar harga pasar saha atau obligasi yang digunakan sebagai penukar
Ditukar dengan aktiva tetap yang lain
Banyak pembelian aktiva tetap dilakukan dengan cara tukar – menukar atau sering disebut “tukar tambah”. Dimana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru ada dua jenis pertukaran yaitu :
  1. Pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis
  2. Pertukaran aktiva tetap yang sejenis
Pembelian angsuran
Apabila aktiva tetap diperoleh dari pembelian angsuran, maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga.
Diperoleh dari Hadiah atau Donasi
Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi, pencatatannya bias dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan
Aktiva yang Dibuat sendiri
Perusahaan mungkin membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan seperti gedung, alat – alat dan perabotan. Pembuatan aktiva ini biasanya dengan tujuan untuk mengisi kapasitas atau pegawai yang masih diam
Biaya – Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva
Aktiva tetap yang dimiliki dan digunakan dalam usaha perusahaan akan memerlukan pengeluaran – pengeluaran yang tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Pengeluaran – pengeluaran tersebut dapat dikelompokan menjadi :
Reparasi dan Pemeliharaan
Biaya reparasi dapat merupakan biaya yang jumlahnya kecil jika reparasinya bisa dan jumlahnya cukup besar jika reparasinya besar. Reparasi besar biasanya terjadi selah beberapa than, sehingga dapat dikatakan bahwa manfaat reparasi seperti ini akan dirasakan dalam beberapa periode. Oleh karena itu biaya reparasi besar dikapitalisasi dan pembebanannya sebagai biaya dilakukan dalam periode – periode yang menerima manfaat
Penggantian
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama.
Perbaikan
Adalah penggantian suatu aktiva dengan aktiva baru untuk memperoleh kegunaan yang lebih besar
Penambahan
Adalah memperbesar atau memperluas fasilitas suatu aktiva seperti penambahan ruang dalam bangunan ruang parker dan lain – lain
Penyusunan Kembali aktiva tetap
Biaya – biaya yang dikeluarkan dalam penyusunan kebali aktiva atau perubahan route produksi atau untuk mengurangi biaya produksi, jika jumlahnya cukup berarti dan manfaat penyusunan kembali itu akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi maka harus di kapitalisasi
Memberhentian Aktiva
Aktiva tetap bisa dihentikan pemakaiannya dengan cara dijual, ditukarkan, maupun karena rusak. Pada waktu aktiva tetap dihentikan dari pemakian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tersebut dihapuskan.
Asuransi Kebakaran
Perusaahan biasanya mengasuransikan harta benda terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena kebakaran. Perjanjian asuransi ini dinyatakan dalam polis. Perusahan asuransi akan mengganti kerugian dalam hal adanya kebakaran, maksimum sebesar jumlah pertanggungan yang dinyatakan dalam polis
Asuransi Bersama
Syarat asuransi bersama adalah syarat menyatakan bahwa apabila harta benda diasuransikan (dipertanggung jawabkan) dengan jumlah yanglebih rendah dari pada suatu persentase tertentu dari pasar benda tersebut pada saat terjadinya kebakaran, maka perusahan yang mempertanggungkan akan memikul kerugian karena kebakaran sebanding dengan selisih jumlah pertanggungan dengan persentase tertentu dari harga pasar harta tersebut
Jumlah kerugian yang akan diganti oleh perusahaan asuransi adalah yang paling rendah dari jumlah berikut :
  1. jumlah yang dibebankan kepada perusahaan asuransi yang dihitung dengan cara asuransi bersama
  2. jumlah pertanggungan dalam polis
  3. jumlah kerugian yang sebenarnya
Polis Gabungan
Apabila perusahaan mengasuransikan beberapa aktiva dalam satu polis, maka polis itu akan menunjukkan syarat alokasi yang dasarnya adalah harga pasar aktiva – aktiva tersebut pada saat terjadinya kebakaran
Pencatatan Asuransi Kebakaran
Apabila terjadi kebakaran atas harta yang diasuransikan maka langkah – langkah yang dilakukan untuk mengadakan pencatatan akuntansinya adalah sebagai berikut :
  1. Menyusun kembali catatan – catatan yang terbakar
  2. Menyesuaikan buku – buku agar dapat menunjukkan keadaan yang sebenarnya pada saat kejadiannya kebakaran
  3. Menentukan nilai buku aktiva yang terbakar
  4. Membebankan nilai buku aktiva yang terbakar dan biaya – biaya yant timbul pada saat kebakaran, ke rekening kerugian kebakaran
  5. Menetukan jumlah yang diterima dari perusahaan asuransi
  6. Rekening kerugian kebakaran dikredit dengan jumlah ini dan jumlah yang diterima dari penjualan aktiva yang terbakar
  7. Menutup saldo rekening kerugian ke rekening laba rugi. Saldo ini menunjukkan rugi atau laba dari kebakaran


  1. Jika suatu aktiva tetap dapat digunakan lebih dari satu tahun maka aktiva tersebut bermanfaat untuk memperolah pendapatan selama umurnya. Untuk menghubungkan cost aktiva tetap dengan revenue yang diperoleh maka cost tersebut dicatat dan dilaporkan sebagai beban pada tahun-tahun manfaatnya. Proses ini disebut depresiasi. Dengan demikian depresiasi adalah alokasi secara sistematis dan rasional atas cost dari aktiva tetap ke tahun-tahun manfaatnya.
    Jurnal yang dibuat untuk melakukan depresiasi setiap tahunnya adalah mendebet akun Beban Depresiasi dan mengkredit akun Akumulasi Penyusutan. Misalkan untuk tahun 2005, perusahaan menyusutkan mesin sebesar $ 5,000, maka jurnal yang dibuat adalah:
Tgl. 
Akun
Debet 
Kredit 
2005
Des 31

Beban Penyusutan
Akumulasi Penyusutan

5,000


5,000
    
Karena setiap akhir tahun ada penyusutan, maka perkiraan Akumulasi Penyusutan akan selalu bertambah sepanjang masa manfaat aktiva.
    Depresiasi bukanlah teknik untuk menilai aktiva tetap dan dengan melakukan depresiasi tidaklah otomatis perusahaan menyisihkan uang untuk membeli aktiva tetap.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi depresiasi adalah:
  1. cost dari aktiva tetap,
  2. umur ekonomis aktiva tetap,
  3. nilai residu, dan
  4. pola penggunaan aktiva tetap.

  1. METODE DEPRESIASI
    Terdapat beberapa metode depresiasi, yaitu:
  • Metode Garis Lurus
  • Metode Saldo Menurun
  • Metode Jumlah Angka Tahun
  • Metode Unit Input
  • Metode Unit Output
Metode Garis Lurus
Dengan metode ini penyusutan tahunan dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu:
  1. (cost-nilai residu) : umur
    Misalkan nilai sebuah peralatan yang diperoleh tahun 2005 senilai Rp 16.000.000,00 dan masa manfaat ditentukan 5 tahun dengan nilai sisa Rp 1.000.000,00, besarnya penyusutan tahun 2006 dapat dihitung sebagai berikut: (16.000.000-1.000.000)/5 = Rp 3.000.000,00.
  2. Ditentukan % penyusutan, kemudian penyusutan tahunan diperoleh dengan cara mengalikan % tersebut dengan cost yang disusutkan sebagai berikut:
    1. Prosentase penyusutan tahunan = 100% : umur, jadi = 100% : 5 = 20%.
    2. Dihitung penyusutan = 20% x (16.000.000 – 1.000.000) = Rp 3.000.000,00.
2. Metode Saldo Menurun
Pertama, tentukan prosentase penyusutan, biasanya dua kali prosentase penyusutan metode garis lurus. Dengan demikian jika ada mesin umurnya 5 tahun, maka tarif/prosentase penyusutan tahunannya adalah 2 x 100% : 5 = 40%.
Setelah itu ditentukan nilai buku pada awal tahun. Nilai buku adalah saldo rekening aktiva tetap dikurangi dengan saldo rekening akumulasi penyusutan. Untuk tahun pembelian, karena akumulasi penyusutannya belum ada, maka nilai bukunya adalah sebesar harga perolehannya.
Selanjutnya besarnya penyusutan satu tahun dihitung dengan cara mengalikan % penyusutan dengan nilai buku. Misalkan ada sebuah mesin dibeli tanggal 2 Januari 2001 dengan harga Rp 16.000.000 dan ditaksir dapat digunakan selama 5 tahun. Penyusutan tahun 2001, 2002, dan 2003 dapat dihitung sebagai berikut:
Tarif/prosentase penyusutan    = 2 x (100% : 5) = 40%
Penyusutan tahun 2001        = 40% x Nilai Buku
                = 40% x Rp 16.000.000
                = Rp 6.400.000
Penyusutan tahun 2002        = 40% x Nilai buku awal tahun 2002
                = 40% x (Rp 16.000.000 – Rp 6.400.000)
                = Rp 3.840.000
Penyusutan tahun 2003        = 40% x Nilai buku awal tahun 2003
                = 40% x (16.000.000 –6.400.000 – 3.840.000)
                = Rp 2.304.000
Penyusutan tahunan dapat dicari dengan rumus lain yaitu menentukan Nilai Buku pada akhir tahun ke-n = cost x (1 – tarif)n
                 = Rp 16.000.000 x (1 – 0,4) n
Nilai buku akhir tahun ke-3 = Rp 16.000.000 x     (1 – 0,4) 3
                 = Rp 16.000.000 x 0,216
                 = Rp 3.456.000,00.
Penyusutan tahun 2004 adalah 40% x Rp 3.456.000 = Rp 1.282.600,00.




  1. PENJUALAN AKTIVA TETAP
    Sebuah mesin yang costnya Rp 10.000.000 dan sampai dengan tanggal 31 Desember 2000 telah disusutkan sebesar Rp 7.750.000, pada tanggal 2 Januari 2001 dijual. Buat jurnal jika harga jualnya adalah:
    1. Rp 2.250.000,00
    2. Rp 1.000.000,00
    3. Rp 3.000.000,00

No.

Keterangan
Dijual dengan harga
2.250.000
1.000.000
3.000.000
1
Cost aktiva tetap
10.000.000
10.000.000
10.000.000
2 
Akumulasi penyusutan s.d saat penjualan 
7.750.000
7.750.000
7.750.000
3 
Nilai buku saat penjualan
2.250.000
2.250.000
2.250.000
4 
Harga jual
2.250.000
1.000.000
3.000.000
5 
Laba (rugi) (4 – 3)
0
(1.250.000)
750.000

    Jurnal:
  1. Dijual dengan harga Rp 2.250.000,00

Tgl. 
Akun 
Debet 
Kredit 
2000
Jan 2

Kas
Akumulasi Penyusutan
Aktiva Tetap 

2.250.000
7.750.000



10.000.000

  1. Dijual dengan harga Rp 1.000.000
Tgl. 
Akun 
Debet 
Kredit 
2000
Jan 2

Kas
Akumulasi Penyusutan
Kerugian Penjualan Aktiva Tetap
Aktiva Tetap 

1.000.000
7.750.000
1.250.000




10.000.000

  1. Dijual dengan harga Rp 3.000.000
Tgl. 
Akun 
Debet 
Kredit 
2000
Jan 2

Kas
Akumulasi Penyusutan
Laba Penjualan Aktiva Tetap
Aktiva Tetap 

3.000.000
7.750.000



750.000
10.000.000




HUTANG LANCAR

Hutang lancar adalah kewajiban-kewajiban yang akan diselesaikan pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau dengan menciptakan utang yang baru
Penggolongan utang lancar :
  • Hutang yang jumlahnya dapat ditentukan secara pasti
  • Hutang yang jumlahnya ditaksir
  • Hutang bersyarat
A. HUTANG YANG JUMLAHNYA DAPAT DITENTUKAN SECARA PASTI
Meliputi semua kewajiban untuk membayar yang jumlah dan tanggal jatuh tempo sudaj pasti. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah :

Hutang Dagang
Yaitu hutang yang timbul dari kegiatan ekonomi perusahaan yang berulang-ulang. Hutang dagang terjadi karena perbedaan waktu yang timbul antara penyerahan barang dan jasa dengan pembayarannya(disebut dengan jangka waktu kredit) yang biasanya dinyatakan dengan syarat pembayaran seperti 2/10, n/30.

Pada dasarnya hutang dicatat pada saat terjadi penyerahan hak milik dari penjual kepada pembeli. Tetapi dalam praktek, hutang dicatat pada saat faktur diterima atau barang-barang diserahkan dengan alasan kepraktisan.

Wesel Bayar
Adalah hutang yang didukung dengan surat pengakuan hutang atau surat pernyataan kesanggupan membayar. Yang termasuk dalam hutang wesel :


  • Wesel yang dibuat dalam rangka kegiatan normal perusahaan
    Adakalanya pemasok menghendaki adanya janji tertulis atas timbulnya utang, sehingga perlu diterbitkan wesel. Jika terdapat bunga yang harus diperhitungkan, pencatatan harus dipisahkan antara wesel bayar sebagai utang dan unsur bunga sebagai biaya.
  • Pinjaman yang disertai wesel
    Adalah hutang yang timbul dari transaksi pinjaman antara perusahaan dengan bank atau lembaga-lembaga keuangan non bank. Jika dalam pinjaman ini terdapat bunga, maka pencatatan bunga juga harus dipisahkan dari pinjamannya.
  • Hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo
    Hutang wesel jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun sejak tanggal neraca harus disajikan sebagai hutang lancar. Bila hanya sebagian hutang wesel jangka panjang saja yang jatuh tempo, maka sebesar bagian hutang tersebut harus dilaporkan sebagai hutang lancar dan sebagian lain yang belum jatuh tempo tetap disajikan dalam hutang wesel jangka panjang.


Hutang Deviden
Hutang deviden adalah jumlah uang yang harus dibayar perusahaan kepada pemegang saham akibat adanya pengumuman pembagian deviden. Pada umumnya, pembayaran atas deviden yang telah diumumkan akan dilakukan segera setelah tanggal pengumumannya. Oleh karena itu, hutang deviden termasuk dalam hutang lancar.

Uang Muka dan Jaminan yang dapat diminta kembali
Uang muka (Down Payment) disini merupakan pembayaran dimuka untuk barang-barang yang dipesan. Sebelum barang yang dipesan diserahkan kepada pembeli, uang muka tersebut merupakan hutang jangka pendek. Jaminan yang diminta dari pelanggan/konsumen juga merupakan hutang jangka pendek karena dapat ditarik sewaktu-waktu.

Pungutan dan Pengumpulan dana untuk Pihak Lain
Perusahaan biasanya ditunjuk sebagai wajib pungut atas pajak yang merupakan kewajiban bagi karyawan dan langganan kepada pihak ketiga (kantor pajak). Dana tersebut pada akhirnya harus diserahkan ke kantor pajak sehingga dana yang belum disetorkan diklasifikasikan sebagai hutang lancar.

Hutang Biaya (Biaya yang masih harus dibayar)
Adalah keharusan untuk mengakui adanya biaya-biaya yang manfaatnya sudah dinikmati dalam suatu periode, meskipun biaya tersebut belum dibayar. Penyajian hutang biaya dalam neraca disajikan dalam rekening biaya yang masih harus dibayar. Meskipun demikian, rekening-rekening pembukuan untuk biaya-biaya yang masih terhutang Hutang Gaji dan Upah, Hutang Sewa, Hutang Pajak tetap diselenggarakan.

Pendapatan diterima Dimuka
Adalah penghasilan dari penjualan barang atau penyerahan jasa yang diterimanya telah terjadi dimuka sebelum transaksi penjualan atau penyerahan jasa berlangsung. Contoh : uang muka yang diterima untuk langganan majalah / surat kabar.

Hutang Bonus (Untuk Karyawan)
Bonus yang diberikan kepada karyawan biasanya didasarkan atas gaji dan upah pokok. Adakalanya bonus yang diberikan kepada karyawan didasarkan atas laba yang diperoleh perusahaan. Perhitungan bisa dilakukan dengan cara :
a) Laba sebelum pajak dan bonus
b) Laba sesudah bonus tapi sebelum pajak
c) Laba bersih setelah bonus dan pajak

Hutang Gaji dan Upah
Jumlah yang masih akan dibayar untuk gaji dan upah. Jurnal untuk mencatat utang gaji dan upah :
Gaji dan Upah xxx
       Utang Gaji dan Upah xxx


B. HUTANG YANG JUMLAHNYA DITAKSIR
Ada beberapa jenis hutang yang jumlahnya secara pasti tidak bisa ditentukan, meskipun peristiwa atau transaksi yang menyebabkan timbulnya hutang sudah terjadi. Contoh : hutang garansi, hadiah yang diberikan atas produk yang dijual. Meskipun harian dari garansi belum dapat dipastikan dalam jumlah maupun tanggalnya, tetapi adanya kewajiban bagi perusahaan sudah jelas dan pasti, oleh karena itu harus diakui dan dilaporkan dalam laporan keuangan.

Hutang Pajak Penghasilan
Penaksiran pajak penghasilan biasanya dihitung berdasarkan laba yang diperoleh pada tahun yang bersangkutan dikalikan dengan rtariff pajak. Jurnal pencatatan :
Pajak Penghasilan xxx
       Hutang Pajak Penghasilan xxx

Hutang Hadiah yang Beredar
Perusahaan kadang-kadang menawarkan hadian untuk penjualan produk-produk tertentu. Hadiah bisa diberikan secara langsung atau terbatas pada pembeli yang menyerahkan kupon. Hadiah ini merupakan biaya untuk periode dimana penjualan barang-barang tersebut terjadi. Kupon hadiah yang masih dalam peredaran merupakan hutang yang harus dicatat pada saat transaksi penjualan dan dicatat sebagai berikut :

Hutang Garansi atas Produk yang Dijual
Garansi merupakan jaminan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli untuk memperbaiki/melengkapi kekurangan akan kuantitas, kualitas dari produk yang dijual. Garansi biasanya diberikan dalam bentuk :

  • Perawatan gratis
  • Penggantian kompoen atau bagian produk yang rusak
  • Pengembalian uang atas harga yang dibayar pembeli


C. HUTANG BERSYARAT
Adalah kewajiban-kewajiban yang kepastian akan jumlah atau pihak kepada siapa kewajiban itu harus dibayar atau tanggal jatuh tempo pembayaran atau eksistensinya tergantung pada terjadi atau tidaknya salah satu atau lebih peristiwa yang akan datang. Sebenarnya, hutang bersyarat bukan merupakan hutang yang sah pada tanggal neraca sehingga dari segi akuntansi hutang bersyarat bukan merupakan hutang yang sesungguhnya dan tidak seharusnya dilaporkan dalam laporan keuangan. Namun sebagai kewajiban yang kemingkinan akan terjadi hutang bersyarat disajikan dalam catatan, footnote dalam neraca, contoh hutang bersyarat :

  • Piutang Dagang yang digadaikan
  • Piutang wesel yang didiskontokan
  • Endosement atas wesel
  • Adanya sengketa hukum
  • Adanya kemungkinan, perusahaan diwajibkan untuk menyetor tambahan atas beban pajak atau denda
  • Adanya keterikatan dengan kontrak/perjanjian
  • Pembelian aktiva tetap dan atau pembangunan aktiva tetap berdasarkan kontrak



Hutang Jangka Panjang


Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.

Timbulnya Hutang Jangka Panjang
Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan  dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk  Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
  1. Keuntungan menarik obligasi
    Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
  2.  Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
  3. Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain :
  1. Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
  2. Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
Jenis Hutang Jangka Panjang
Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan  pada dua golongan yaitu :
  1. Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika  peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.
  2. Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang diperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal  obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
Pengertian Hutang Obligasi dan karatekristik Hutang Obligasi
Obligasi adalah surat pernyataan hutang perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut, pengertian lain obligasi adalah hutang jangka panjang secara tertulis dalam kontrak surat obligasi yang dilakukan oleh pihak berhutang yang wajib membayar hutangnya disertai bunga (penerbit obligasi) dan pihak yang menerima pembayaran atau piutang yang dimilikinya beserta bunga (pemegang obligasi) yang pada umumnya tanpa menjaminkan suatu aktiva. Untuk dapat memahami akuntansi obligasi perlu dipahami dahulu
beberapa istilah penting yang berhubungan dengan obligasi.
1. Nilai nominal obligasi yaitu jumlah yang akan dibayar pada tanggal jatuh
tempo obligasi.
2. Tanggal jatuh tempo yaitu tanggal di mana obligasi harus dilunasi.
3. Bunga obligasi yaitu bunga pertahun yang diberikan kepada pemegang
obligasi. Bunga obligasi dinyatakan dalam persentase tertentu.
4. Tanggal bunga yaitu tanggal di mana bunga obligasi akan dibayar.
Kadang-kadang bunga obligsi dibayar tiap setengah tahunan sehingga
pada tiap tahun terdapat dua tanggal bunga. Misalnya tanggal bunga
1/4 dan 1/10 berarti bahwa pada tanggal 1 April dibayar bunga untuk
periode 6 bulan dan pada tanggal 1 Oktober dibayar bunga untuk
periode 6 bulan lagi. Bunga obligasi biasanya dibayar dibelakang.
5. Nilai nominal obligasi, tanggal jatuh tempo, tingkat bunga dan tanggal
bunga tercantum dalam perjanjian obligasi dan juga dicetak dengan
jelas pada tiap-tiap lembar sertifikat obligasi.








KarakteristikObligasi
1. Nilai obligasi (jumlah dana yang dipinjam)
Dalam penerbitan obligasi, maka perusahaan akan dengan jelas menyatakan jumlah dana yang dibutuhkan yang dikenal dengan istilah “jumlah emisi obligasi”. Penentuan besar kecilnya jumlah penerbitan obligasi berdasarkan aliran arus kas perusahaan, Kebutuhan, serta kinerja bisnis perusahaan.
2  Jangka waktu obligasi
Setiap obligasi mempunyai masa jatuh tempo atau berakhirnya masa pinjaman (maturity). Secara umum masa jatuh tempo obligasi adalah 5 tahun. Ada yang 1 tahun, adapula yang 10 tahun. Semakin pendek jangka waktu obligasi maka akan semakin diminati oleh investor, karena dianggap risikonya kecil.
3. Principal dan Coupon rate
Nilai prinsipal obligasi adalah sejumlah uang yang disetujui oleh penerbit obligasi agar dibayarkan kepada pemegang obligasi pada masa jatuh tempo. Jumlah ini biasa berhubungan dengan redemption value, maturity value, par value or face value. Coupon rate juga disebut nominal rate, nominal rate adalah tingkat bunga yang disetujui penerbit untuk dibayar kepada pemegang obligasi setiap tahun. Besarnya pembayaran bunga setiap tahun
kepada pemilik obigasi selama jangka waktu obligasi dinamakan coupon.
Tingkat persentase coupon dikali nilai prinsipal obligasi menghasilkan besarnya coupon. Contohnya, obligasi dengan 8% coupon rate dan nilai par nya adalah $1,000 akan membayar bunga per tahun sebesar $80.
4. Jadwal pembayaran
Kewajiban pembayaran kupon obligasi oleh perusahaan penerbit, dilakukan secara berkala sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bisa dilakukan triwulan, semesteran, atau tahunan.
5. Diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.





Bentuk-bentuk Obligasi
1. Government Bond
Seperti T-Bills, US Treasury Notes dan US Teasury Bond adalah sekuritas pemerintah yang digunakan untuk pendanaan dalam utang pemerintah. Pembayaran kuponnya bersifat semi-annual. Ketika diterbitkan, US Treasury Notes memiliki masa jatuh tempo 2 (dua) sampai 10 (sepuluh) tahun dan US Treasury-Bond memiliki masa jatuh temponya lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Jenis-jenis obligasi pemerintah yaitu pertama, Callable Bond yang biasanya dibeli kembali oleh penerbitnya pada harga tertentu di masa yang akan datang. Kedua, Federal Agency Bond. Ketiga, Municipal Bond, yang diterbitkan oleh pemerintah lokal untuk mendanai highways, sistem perairan pendidikan dan capital project lainya. Ada 2 (dua) tipe Multicipal Bond yaitu General Obligation Bond dan Revenue Bond.
2. Corporate Bond
Corporate Bond adalah sekuritas yang mencerminkan janji dari perusahaan yang menerbitkan untuk memberikan sejumlah pembayaran berupa pembayaran kupon dan pokok pinjaman kepada pemlik obligasi, selama jangka waktu tertentu. Perusahaan yang menerbitkan obligasi disebut debitur, sedangkan investor yang membeli obligasi disebut kreditur. Jenis-jenis Corporate Bond adalah:
a) Secured Bonds
Secured Bonds adalah obligasi yang penerbitannya dijamin oleh sejumlah aset.
b) Mortgage bonds
Mortgage bonds adalah obligasi yang penerbitannya dijamin oleh aset riil (bukan dalam bentuk finansial).
c) Unsecured bonds (Debentures)
Unsecured bonds adalah obligasi yang penerbitannya tidak memiliki jaminan. Pembayaran sangat bergantung pada kemampuan dan kemauan dari perusahaan penerbit untuk memberikan bunga yang dijanjikan dan membayar pokok pinjaman sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Jika terjadi gagal bayar, maka pemegang obligasi akan menjadi unsecured creditors. Investor tidak memiliki hak atas harta perusahaan.
d) Convertible bonds
Convertible bonds adalah salah satu jenis obligasi yang memiliki kekhususan. Obligasi ini dapat dikonversi ketika terdapat keputusan pemilik obligasi menjadi sejumlah sekuritas lain yang diterbitkan oleh perusahaan yang sama. Biasanya sekuritas lain
e) Putable bonds
Putable bonds adalah obligasi yang dapat dicairkan sebelum jatuh tempo sesuai dengan keputusan dari pemilik obligasi.
f) Junk bonds
Junk bonds biasanya dikenal dengan sebutan high-yield bonds, adalah obligasi yang memiliki peringkat dibawah investment grade. Disebut junk karena obligasi ini lebih berisiko dari obligasi yang berkategori investment grade.
g)International bonds
International bonds adalah obligasi yang dijual di negara lain. Obligasi dapat diperdagangkan dalam satuan mata uang negara lain atau obligasi diperdagangkan di negara lain dalam mata uang perusahaan penerbit biasanya disebut Eurobonds.
h) Super Long-Term bonds
Super Long-Term bond obligasi yang memiliki masa jatuh tempo lebih besar atau sama dengan 100 tahun.
3. Registered Bond
Registered Bonds adalah obligasi yang nama pemiliknya tercantum dalam sertifikat.

4. Coupon Bonds atau Bearer Bonds
Coupon Bonds/Bearer Bonds adalah obligasi yang nama pemiliknya tidak dicantumkan dalam sertifikatnya.
5. Term Bonds
Term Bonds adalah  obligasi yang seluruhnya jatuh tempo pada suatu tanggal  tertentu.
6. Serial Bonds
Serial Bonds adalah obligasi yang tanggal jatuh temponya bertahap (pada beberapa tanggal tertentu).
OBLIGASI DIKELUARKAN SEBESAR  NOMINAL
Misalnya perusahaan telah mengeluarkan pinjaman obligasi untuk 5 tahun dengan bunga 8%  per tahun dan suku bunga dipasarkan juga 8%, maka obligasi tersebut berrarti dijual sebesar nilai nominalnya. Bunga dibayar setiap setengah tahun.persemester.
Bunga pers semester :         8% X $50,000,000
____­_________________     =     $  2,000,000
2
Nilai kontan pembayaraan bunga untuk 10 kali berturut-turut dengan mengalikan daftar bunga, secara ringkas tergambarsebagai berikut :
Nilai Kontan obligasi…………………….…………………               $33,800,000
Nilai kontan 10 kali pembayaran bunga @ 2,000,000………..                16,200,000
_____________
Nilai kontan obligasi…………………………………………                $50,000,000
Jumlah ini adalah nilai pertama dari surat obligasi yaitu sebesar $33,800,000 dari nilai kontan obligasi sebesar $ 50,000,000. Jumlah yang harus dibayarkan 5 tahun kemudian adalah $ 50,000,000 yang akan terpenuhi bila sejumlah $ 33, 800,000 dikumpulkan untuk jangaka waktu 5 tahun. Perhitungan ditas berdasarkan periode perhitungan bunga tengah tahunan sebanayak 10 kali.
Berarti bila dalam persetujuan pinjaman obligasi tidak menetapkan pembayaran bunga terpisah, maka obligasi tersebut akan bernilai $ 33,800,000.
Perhitungan tersebut dapat digambarkan dalam daftar seperti berikut :
Nomor pembayaraan    Pembayaran bunga  perhitungan bunga tariff 4%
Nomor pembayaraan Pembayaraan bunga Perhitungan bunga tarif 4%/semester Nilai sekarang
1 $ 2,000,000         X 0,962 $ 1,924,000
2 $ 2,000,000         X 0,925 $ 1,850,000
3 $ 2,000,000         X 0,889 $ 1,778,000
4 $ 2,000,000         X 0,855 $ 1,710,000
5 $ 2,000,000         X 0,822 $ 1,644,000
6 $ 2,000,000         X 0,790 $ 1,580,000
7 $ 2,000,000         X 0,760 $ 1,520,000
8 $ 2,000,000         X 0,731 $ 1,462,000
9 $ 2,000,000         X 0,703 $ 1,406,000
10 $ 2,000,000         X 0,676 $ 1,352,000



$ 16,226,000
Pos jurnal untuk mencatat pengeluaran obligasi-obligasi adalah :
Cash …………………………………………………    $ 50,000,000
Bond Payable ……………………………………                $ 50,000,000
Setiap enam bulan sekali terhitung dari tanggal pengeluaran obligasi ini, maka perusahaan akan membayar bunga sebesar $ 2,000,000 dengan jurnal :
Interest expense ………………………………………   $2,000,000
Cash ………………………………………………                  $2,000,000
Selanjutnya  pada tanggal jatuh tempo obligasi tersebut, maka jumlah pinjaman pokok sejumlah  $ 50,000,000 akan dilunasi dengan jurnal sebagai berikut :
Bond payable …………………………………………    $50,000,000
Cash …………………………………………….                       $50,000,000
OBLIGASI DIKELUARKAN DENGAN DISCOUNT (DISAGIO)
Timbulnya pinjaman obligasi yang dikeluarkan dengan discount bila tariff bunga menurut kontrak lebih kecil dengan tarif bunga dipasaran. Misalnya tariff bunga pinjaman obligasi sebesar 8%, sedangkan bunga dipasran sebesar 12%. Perhitungan nilai kontan dari pinjaman tersebut tergambar sebgai berikut :
Nilai kontan obligasi …………………………… …………..               $ 27,900,000
Nilai kontan 10 kali pembayran bunga tengah tahunan
@ $ 2,000,000 dengan bunga majemuk …………………….                  14,720,000
______________
Jumlah nilai konttan obligasi ……………………………….                 $ 42,620,000
Dikarenakan nilai  nominal obligasi dicatat sebesar nilai nominalnya yaitu $ 50,000,000 maka selisih sebesar $ 7,380,000 dianggap sebagai discount on bond payable (disagio pinjaman obligasi). Jurnal untuk mencatat obligasi tersebut adalah :
Cash ……………………………………………………            $ 42,620,000
Discount on Bond payable                                                                  7, 380,000
Bond payable 8% ………………………………….                               $ 50,000,000
Bila diperhatikan bahwa jumlah disagio tersebut merupakan beban bunga yang akan diamortisasikan untuk janghka waktu lima tahun. Metode perhitungan amortisasi disargio dapat diterapkan 2 metode yaitu :
a)      Metode garis lurus (straighline) yaitu dengan cara membagi jumlah disagio sebesar    $ 7,380,000 dengan jumlah frekuemsi pembayaraan bunga atau setiap amortisasi adalah sebesar $ 738,000. Perhitungan bebean bunga per semester :
Bunga tetap per semester : 8% x $ 50,000,000 = $ 2,000,000
2
Beban amortisasi disagio……………………..     738,000
Beban bunga per semester…………………….    $ 2,738,000
Jurnal :
Interest expense……………………………   $ 2,738,000
Discount on bond paybe………………                           $ 2,738,000
Cash…………………………………..                               2,000,000
Catatan :

Penerapan dengan metode garis lurus jauh lebih mudah, karena itu perhitungannya dapat diterapkan dengan anggapan bahwa tidak banyak selisihnya dengan hasil bila menerapkan metode bunga.
b)      Metode Bunga
Penerapan metode ini dengan cara menetapkan suku bunga yang tetap untuk nilai buku pada setiap awal periode. Perhitungan bunga diambil dari nilai nominal di kurangi dengan disagio yang belum di amortisasikan. Gambaran perhitungan tersebut dapat dilihat dalam daftar berikut :
AMORTISASI DISAGIO PINJAMAN OBLIGASI.
dalam ribuan
Pemb. bgn ke : A                                      Bunga yang Dibanyar 4% dari nilai Nominal B                                      Biaya bunga 6 % dari jumlah obligasi yang dibukukan C                 Amortasi disagio (B-A) D                                  Disagio yang belum diamortasi (D-C) D                                 Disagio yang belum diamortisasi (D-C)







7,380 42,620
1 2,000 2,557(6% x 42,620) 557 6,823 43,177
2 2,000 2,591(6% x 43,177) 591 6,232 43,768
3 2,000 2,625(6% x 43,768) 626 5,606 44,394
4 2,000 2,664(6% x 44,394) 664 4,942 45,058
5 2,000 2,703(6% x 45,058) 703 4,239 45,761
6 2,000 2,746(6% x 45,761) 746 3,493 46,507
7 2,000 2,790(6% x 46,507) 790 2,703 47,297
8 2,000 2,838(6% x 47,297) 838 1,865 48,135
9 2,000 2,888(6% x 48,135) 888 977 49,023
10 2,000
977
50,000
Catatan : Perbedaan perhitungan dikarenakan diadakan pembulatan.
Pos jurnal yang dibutuhkan untuk membukukan pembayaran bunga yang pertama dan amortasi disagio adalah sebagai berikut :
Interest Expense……………………………  $  2,557,000
Disagio on bond payable……………………                           $     557,000
Cash………………………………..                                2,000,000

OBLIGASI DIKELUARKAN DENGAN PREMIUM (AGIO)
Mungkin saja pengeluaran obligasi perusahaan dengan premium bila tarip menurut kontak lebih tinggi dari tarip bunga di pasaran. Misalkan pinjaman obligasi $ 50,000,000 8%, untuk jangka waktu 5 tahun. Suku bunga di pasaran 7%.
PERHITUNGAN NILAI KONTAN.
Nilai kontan obligasi $ 50,000,000 yang jatuh tempo dalam 5
Tahun, dengan bunga tengah tahunan 7%………………………………..   $  35,445,000
Nilai kontan 10 kali pembayaran bunga tengah tahunan  sebesar
$ 2,000,000 dengan bunga majemuk 7%………………………………….   16,633,000
Total nilai konta obligasi………………………………………….  $  52,078,000

Pos jurnal untuk mencatat penerbitan pinjaman obligasi dalam jurnal umum tergambar sebagai berikut :
Cash ………………………………………………………  $ 52,078,000
Bond Payable……………………………………………..                             $  50,000,000
Premium on Bond Payable……………………………….                                     2,078,000
Secara periodik atas premium on bond payable ini akan diadakan amortasi yang caranya sama dengan prosedur yang di gunakan untuk amortasi penerbitan pinjaman obligasi dalam bentuk discount. Perhitungan bunga untuk pembayara pertama sampai kesepuluh dapat dilihat dari daftar berikut.
Amortasi Premium Pinjaman Obligasi
(dalam ribuan)
Bunga ke : Bunga yang dibayarkan Biaya bunga 4 % dari jumlah obligasi yang dibukukan Amortasi Premi. premium yang belum diamortasikan Jumlah obligasi yang dibukukan







2,078 52,078
1 2,000 (3,5%x52.078)=1,823 177 1,901 51,901
2 2,000 (3,5%x51,901)=1,817 183 1,718 51,718
3 2,000 (3,5%x51,718)=1,810 190 1,528 51,528
4 2,000 (3,5%x51,518)=1,803 197 1,331 51,331
5 2,000 (3,5%x51,331=1,797 203 1,128 51,128
6 2,000 (3,5%x51,128)=1,789 211 917 50,917
7 2,000 (3,5%x50,917)=1,782 218 699 50,699
8 2,000 (3,5%x50,699)=1,774 226 473 50,473
9 2,000 3,5%x50,239)=1,760 240 0 50,000

Jurnal untuk membukukan pembayaran untuk periode pertama dan premium pinjaman obligasi (jurnal umum) tergambar sebagai berikut :
Interest expense…………………………………..  $ 1,823,000
Premium on Bond Payable……………….                                   177,000
Cash………………………………………                          $ 2,000,000
PENGELUARAN OBLIGASI DI ANATARA TANGGAL BUNGA
Jika terdapat sebagian obligasi yang dikeluarakan setelah tanggal pembayaraan bunga, maka waktu yang telah dijalani itu harus diperhitungkan bunganya. Hal ini dikarenakan bunga tersebut hanya dibayar oleh perusahaan secara tahunan atau setengah tahun sehingga waktu yang telah berjalan itu haruslah diperhitungkan.
Misalnya perusahaan mengeluarkan pinjaman obligasi sebesar $ 15,000,000 dengan bunga 8% per tahun yang dibayar setiap tanggal 1 juli. Tanggal penegeluaran obligasi 1 oktober, yang berearti 3 bulan setelah tanggal pembayaraan bunga obligasi. Karena itu  bunga yang diperhitumgkan oleh perusahaan sebesar 3/12 x 8% x $15,000,000 = $ 300,000.
Jurnal unutuk mencatat pengeluaran obligasi ini adalah :
Cash…………………………………………….                $ 15,300,00
Interest Expense……………………………                                       $ 300,000
Bonds Payable …………………………….                                      15,000,000
Nanti pada tanggal 1 juli periode berikutnya perusahaan akan membayar bunga obligasi untuk satu tahun sebesar $ 1,200,000 sedangkan jumlah obligasi tersebut baru beredar 9 bulan, karena itulah perhitungan bunga 3 bulan di atas harus dilakukan.
Jurnal waktu pembayaraan bunga :
Interest Expense …………………………………….     $1,200,000
Cash ……………………………………………..                     $1,200,000
BOND SINKING FUND (DANA PELUNASAN OBLIGASI)
Obligasi dikeluarkan yang telah jatuh tempo berarti harus dilunasi oleh perusahaan. Agar tersedia dana untuk melunasi pinjaman obligasi tersebut, biasanya perusahaan menyisihkan dari harta-harta lainya yang disebut Bond Sinking Fund(Dana pelunasan obligasi). Dibawah ini merupakan contoh pencatatan dana pelunasan obligasi :
Januari 1.  Mengeluarkan obligasi untuk jangka waktu 10 tahun sebesar $ 25,000,000
Dengan ketentuan bahwa pada akhir tahun ke 10 telah diperhitungkan dana pelunasan obligasi sebesar jumlah yang harus dibayar.
Dengan catatan diterapkan metode bunga berbunga, berarti setiap tahun harus disisihkan untuk pelunasan obligasi sebesar $ 1,987,500, jumlah ini harus disisihkan setiap tahun  selama 10 tahun.
Ayat jurnalnya ;
Sinking Fund Cash ……………………….         $ 1,987,500
Cash ………………………………                        $ 1,987,500
Misalnya dari dana pelunasan obligasi ditanamkan surat-surat berharga yang mempunya nilai tergantung dari keadaan pasar. Dari dana yang disisihkan dibelikan surat-surat berharga dengan nilai $ 1,600,00.
Ayat jurnalnya ;
Sinking Fund Investment …………………………     $ 1,600,000
Sinking Fund Cash ……………………………..                  $ 1,600,000
PELUNASAN OBLIGASI PADA WAKTU JATUH TEMPO
Jumlah dana yang disisihkan untuk pelunsaan obligasi dalam kenyataannya nanti jarang sekali tepat dengan jumlah obligasi yang harus dilunasi. Hal ini dikarenakan Dana cadangan pelunasan supaya tidak menganggur ditanamkan berupa surat-surat berharga. Keuntungannya dari penanaman ini merupakan suatu jumlah yang sulit ditentukan. Kelebihan atau kekurangan dana pelunasaan obligasi dibandingkan dengan jumlah obligasi yang harus dilunasi dicatat ke dalam perkiraan CASH.
Dari contoh diatas , misalnya :
Hasil penjualan surat-surat berharga  ………………….             $ 24,123,600
Pendapatan yang dihasilkan pada tahun ke 10 …………                     604,700
Penyetoran tahu terakhir ……………………………….                   1,987,500
_______________
Jumlah ………………………………………….               $ 26,715,800
Dari contoh ini ternyata ada kelebihan sebesar $1,715,800. Ayat jurnal untuk mencatat pelunasaan pinjaman obligasi tersebut adalah :
Bond Payable ………………………….               $ 25,000,000
Cash ………………………………..                                   1,715,000
Sinking Fund Cash ………………..                                   $ 26,725,800i
Jumlah pendapatan dari dana pelunasan obligasi merupakan suatu pendapatan diluar operasi perusahaan, maka jumlah tersebut disajikan dibawah judul Other Income (pendapatan lain-lain). Uang kas dan surat-surat berharga yang berasal dari dana pelunasan pinjaman obligasi diklasifikasikan di Neraca sebagai harta lancer dengan nama Invesment (Penanaman).



MODAL

Modal (pembelanjaan dari luar perusahaan) dikelompokkan dalam dua jenis, yakni: hutang dan ekuitas (= modal sendiri). Hutang mempunyai keunggulan berupa (Brigham and Gapenski, 1997: 767-768):
1) bunga mengurangi pajak sehingga biaya
hutang rendah,

2) kreditur memperoleh return terbatas sehingga pemegang saham tidak perlu berbagi keuntungan ketika kondisi bisnis sedang maju,

3) kreditur tidak memiliki hak suara sehingga pemegang saham dapat mengendalikan perusahaan
dengan penyertaan dana yang kecil. Meskipun demikian, hutang juga mempunyai kelemahan,
yaitu: 
1) hutang biasanya berjangka waktu tertentu untuk dilunasi tepat waktu,
2) rasio hutang yang tinggi akan meningkatkan risiko yang selanjutnya akan meningkatkan biaya modal,
3) bila perusahaan dalam kondisi sulit dan labanya tidak dapat memenuhi beban bunga maka tidak tertutup kemungkinan dilakukan tindakan likuidasi.